28 views

Penyaluran Dana PIP di Banyuasin

Pangkalan Balai, 13 September 2017

Apa itu Apa itu PIP?

Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6 – 21 tahun)
yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas,  korban bencana alam/musibah. PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Siapa Sasaran Utama PIP?

  1. Peserta didik pemegang KIP;
  2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dengan pertimbangan khusus;
  3. Peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang:
    Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan, Pelayaran, dan Kemaritiman.

Bagaimana cara menggunakan KIP?

  1. Penerima KIP harus terdaftar sebagai peserta didik di lembaga pendidikan
    formal (SD/SMP/SMA/SMK) ataupun non formal (PKBM/SKB/LKP);
  2. KIP harus terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) lembaga pendidikan

 

Berikut berita pencairana PIP di Banyuasin I.

Bertempat di ruang Perpustakaan SDN 11 Banyuasin I di Desa Talang Bali Kecamatan Banyuasin I, Kepala SDN 11 Banyuasin I Ibu Maitiah didampingi Komite dan Pengawas Pembina membagikan Dana Program Indonesiea Pintar PIP, sebanyak 88 orang siswa/i menerima dana PIP masing-masing untuk siswa kelas I s.d. V sebesar Rp 450.000 sedangkan kelas VI sebesar Rp 225.000,-

Dijelaskan Kepala SDN 11 Banyuasin I pencairan dana PIP SDN 11 Banyuasin I dilakukan dan dikuasakan kepada Kepala Sekolah oleh siswa yang diketahui oleh Komite dan Pengawas Pembina, alhamdulilla semua dana PIP sejumlah Rp 35 juta lebih telah dibagikan kepada siswa melalui orang tua siswa masing-masing pada Rabu, 13 September 2017. Dana PIP SDN 11 Banyuasin I disalurkan oleh Pemerintah melalui BRI Sukajadi.

Dilain pihak Kepala Disdikporapar Kabupaten Banyuasin Dr.H.M. Samsudin, S.Pd., M.M mengatakan agar pihak sekolah dapat memperlancar pencairan dana PIP tersebut dan memastikan dana tersebut sampai kepada siswa dengan tidak ada hambatan, dan diminta pula agar sekolah pro aktif memastikan tidak ada anak putus sekolah yang berada dikawasan sekolah tersebut dikarenakan pembiayaan.

 

 

 

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*